Malam ini aku mulai ikut latihan paduan suara di PMII Kom.
UIN Cab. Kab. Bandung.
Aku tak puas, karena tenggorokanku masih terganggu, sisa
sakit kemarin.
Setiap kali aku bernyanyi, aku selalu ingat saat-saat bernyanyi
bersama agyma. Ia dengan kata-kata ‘romantisnya’ selalu berusaha membuat aku
percaya diri, selalu membuat aku merasa nyaman dan terus bernyanyi.
Seringkali aku tak puas dengan nada tinggiku. ‘dilepaskan’
tapi tak sampai, difalsetkan namun tak berpower.
Aku selalu tak bisa menyanyi dengan sempurna, meskipun entah
sudah seberaa sering aku mencoba. Namun, walaupun begitu, ia kembali
melontarkan kata-kata yang membekas dalam ingatanku. Bahwa aku harus melakukan
segala sesuatu dengan ikhlas. Jangan ingin bagus jika hanya untuk mendapatkan
pujian orang lain. Dan itu bukan hanya saat bernyanyi, karena ‘ikhlas’ adalah
kunci untuk mencapai gerbang ketenangan hati.
Terimakasih agyma, untuk suatu malam di sanggar obor! :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar