Senin, 01 September 2014

the key



Malam ini aku mulai ikut latihan paduan suara di PMII Kom. UIN Cab. Kab. Bandung.
Aku tak puas, karena tenggorokanku masih terganggu, sisa sakit kemarin.
Setiap kali aku bernyanyi, aku selalu ingat saat-saat bernyanyi bersama agyma. Ia dengan kata-kata ‘romantisnya’ selalu berusaha membuat aku percaya diri, selalu membuat aku merasa nyaman dan terus bernyanyi.
Seringkali aku tak puas dengan nada tinggiku. ‘dilepaskan’ tapi tak sampai, difalsetkan namun tak berpower.
Aku selalu tak bisa menyanyi dengan sempurna, meskipun entah sudah seberaa sering aku mencoba. Namun, walaupun begitu, ia kembali melontarkan kata-kata yang membekas dalam ingatanku. Bahwa aku harus melakukan segala sesuatu dengan ikhlas. Jangan ingin bagus jika hanya untuk mendapatkan pujian orang lain. Dan itu bukan hanya saat bernyanyi, karena ‘ikhlas’ adalah kunci untuk mencapai gerbang ketenangan hati.
Terimakasih agyma, untuk suatu malam di sanggar obor! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar