Senin, 01 September 2014

Menulis



Detik ini, aku sama sekali tak tahu apa yang hendak aku tulis. Pandanganku terarah pada layar datar bercahaya dihadapanku. Entah harus memulai dari mana, walaupun banyak yang terjadi selama 20 jam terakhir.
Aku hanya ingin menulis. Melupakan pemikiran-pemikiran rumit yang belum sepenuhnya tersusun, tetapi tanpa melakukan apa-apa.
Kata-kata mereka seakan mencambukku untuk berlari sekencang-kencangnya. Menggerakkan kaki, dan bukan hanya diam, bukan hanya berpikir.
“Kalau ingin menjadi penulis, ya menulislah. Jangan ngomong doang!”
Kata-kata yang terlontar selanjutnya adalah “Seorang penulis sejati akan terus menulis sampai akhir hayatnya”
Ya, kata-kata bernada sama yang selanjutnya pun terus-menerus mengalir membanjiri telingaku.
Hingga tibalah saatnya, untuk kesekian kali aku menyadari bahwa ada yang salah pada diriku. Ada yang salah dengan keistiqomahanku, ada yang salah dengan caraku memperlakukan janji dan tekad.
Entah sudah berapa lama aku menyadari tentang pentingnya menjaga sebuah komitmen, dan selama itu pula aku selalu melanggar komitmen tersebut. Keistiqomahanku hanya bertahan beberapa hari saja.
Termasuk dalam hal menulis.
Aku lupa bahwa keinginanku adalan menjadi penulis, bukan menjadi pemikir!
Aku lupa bahwa kata dasar dari “penulis” adalah ‘tulis’, bukan ‘pikir’.
Maka mulai malam ini, aku ingin menulis, bukan mengutamakan ‘berpikir sebelum menulis’.
Karena aku sudah terlalu lelah dengan berbagai konsep cerita yang tak pernah tersaji secara utuh. Sekian lama aku hanya menggunakan otakku untuk merangkai sebuah cerita, tak membiarkan hati menuntun jari-jariku dalam perjalanan sebuah kisah.
Aku ingin, malam ini menjadi awal baru untukku agar selalu menulis, bukan selalu memikirkan apa yang ingin aku tulis.
Semoga tetap istiqomah. Aminn.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar