Senin, 01 September 2014

Alam dan Hadis Agama-agama


Salah satu mata kuliahku di hari pertama ‘ngampus’ adalah Hadist Agama-agama.
Karena aku kuliah di jurusan Perbandingan Agama, maka banyak yang berpikir bahwa mata kuliah ini akan membahas tentang ‘hadis-hadis’ dari berbagai agama.
Ternyata, bukan seperti itu. Karena biar bagaimanapun hadis hanyalah ada di islam, karena itu merupakan dasar hukum kedua bagi umat islam setelah al-Quran.
Jadi, apa yang dipelajari di mata kuliah Hadis Agama-agama?
Yang di pelajari di mata kuliah tersebut secara umum adalah, mengulas hadis-hadis yang membahas tentang perilaku manusia dilihat dari aspek sosialnya, salah satunya yaitu kehidupan sosial umat islam dengan yang non muslim. Walaupun tentu saja hubungan manusia dengan tuhan pun masih dibahas dalam mata kuliah ini.
Hanya saja mata kuliah ini memandang bahwa (karena jurusan PA), sebagai umat beragama yang hidup di lingkungan sosial, kita tidak bisa hanya memikirkan konsep hablu minAllah (hubungan manusia dengan Tuhan), karena dalam islam pun diajarkan pula konsep hablu minannas (hubungan manusia dengan manusia lain), dan hablu minal’alam (hubungan manusia dengan flora, fauna dll).
Apa, flora dan fauna? Ya, kita tentu sering menemukan konsep bagaimana interaksi manusia dengan manusia lainnya, apalagi dengan tuhan. Dan bagi saya, yang menarik dari pertemuan pertama tadi (karena belum pada titik pembahasan mengenai hubungan manusia dengan antar umat beragama) adalah kita ‘dipaksa’ kembali membuka mata bahwa islam mengajarkan satu konsep ‘komunikasi’ lagi, selain komunikasi dengan manusia dan tuhan. Yaitu konsep hubungan antara manusia dengan alam.
Apa bukti islam mengajarkan konsep yang ketiga ini? buktinya adalah, ada sebuah hadis menarik yang kurang lebih pada intinya adalah : “Tanamlah pohon walaupun besok adalah hari kiamat”
Dari hadis ini, jelas terbukti bahwa islam mengajarkan umatnya untuk mencintai dan menjaga alam.
Jika dilihat ke kehidupan ‘nyata’, dengan sekian banyak umat islam di berbagai belahan bumi, kenapa para ilmuwan pada akhirnya tetap saja berpendapat bahwa ternyata bumi yang kita huni, tidak bisa dihuni lagi setelah 2500 tahun yang akan datang? Itu berarti cukup membuktikan bahwa selama ini, kita, sebagai ummat islam hanya mencari cara berhubungan dengan Allah, cara berhubungan dengan manusia, bukan cara berhubungan dengan alam. Padahal sudah jelas bahwa islam mengajarkan kita untuk mencintai alam.
Maka dari itu, mari kita mulai menjaga alam dari hal kecil, setidaknya dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan seperti hadis diatas, bahwa sudah sewajarnya kita mengembalikan lagi kesegaran bumi dengan menanam pohon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar