Salah satu mata kuliahku di hari pertama ‘ngampus’ adalah
Hadist Agama-agama.
Karena aku kuliah di jurusan Perbandingan Agama, maka banyak
yang berpikir bahwa mata kuliah ini akan membahas tentang ‘hadis-hadis’ dari
berbagai agama.
Ternyata, bukan seperti itu. Karena biar bagaimanapun hadis
hanyalah ada di islam, karena itu merupakan dasar hukum kedua bagi umat islam
setelah al-Quran.
Jadi, apa yang dipelajari di mata kuliah Hadis Agama-agama?
Yang di pelajari di mata kuliah tersebut secara umum adalah, mengulas
hadis-hadis yang membahas tentang perilaku manusia dilihat dari aspek
sosialnya, salah satunya yaitu kehidupan sosial umat islam dengan yang non
muslim. Walaupun tentu saja hubungan manusia dengan tuhan pun masih dibahas
dalam mata kuliah ini.
Hanya saja mata kuliah ini memandang bahwa (karena jurusan
PA), sebagai umat beragama yang hidup di lingkungan sosial, kita tidak bisa
hanya memikirkan konsep hablu minAllah
(hubungan manusia dengan Tuhan), karena dalam islam pun diajarkan pula konsep hablu minannas (hubungan manusia dengan
manusia lain), dan hablu minal’alam
(hubungan manusia dengan flora, fauna dll).
Apa, flora dan fauna? Ya, kita tentu sering menemukan konsep bagaimana interaksi
manusia dengan manusia lainnya, apalagi dengan tuhan. Dan bagi saya, yang
menarik dari pertemuan pertama tadi (karena belum pada titik pembahasan mengenai hubungan manusia dengan antar umat beragama) adalah kita ‘dipaksa’ kembali membuka mata
bahwa islam mengajarkan satu konsep ‘komunikasi’ lagi, selain komunikasi dengan
manusia dan tuhan. Yaitu konsep hubungan antara manusia dengan alam.
Apa bukti islam mengajarkan konsep yang ketiga ini? buktinya
adalah, ada sebuah hadis menarik yang kurang lebih pada intinya adalah : “Tanamlah
pohon walaupun besok adalah hari kiamat”
Dari hadis ini, jelas terbukti bahwa islam mengajarkan
umatnya untuk mencintai dan menjaga alam.
Jika dilihat ke kehidupan ‘nyata’, dengan sekian banyak umat
islam di berbagai belahan bumi, kenapa para ilmuwan pada akhirnya tetap saja
berpendapat bahwa ternyata bumi yang kita huni, tidak bisa dihuni lagi
setelah 2500 tahun yang akan datang? Itu berarti cukup membuktikan bahwa selama
ini, kita, sebagai ummat islam hanya mencari cara berhubungan dengan Allah,
cara berhubungan dengan manusia, bukan cara berhubungan dengan alam. Padahal sudah
jelas bahwa islam mengajarkan kita untuk mencintai alam.
Maka dari itu, mari kita mulai menjaga alam dari hal kecil,
setidaknya dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan seperti hadis diatas, bahwa sudah sewajarnya kita mengembalikan lagi kesegaran bumi dengan menanam pohon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar