Minggu, 31 Agustus 2014

Suka Duka Anak Kost



Sore ini hidup dan matiku bergantung pada segalon air :D
Salah satu yang banyak dikeluhkan anak kost adalah pembatasan air. Seringkali setiap anak kost harus memiliki seember cadangan air yang akan digunakan ketika Momy kosan memberhentikan laju air.
Aku lebih beruntung daripada mereka, karena tak ada pembatasan air di kosanku (walaupun tetap saja sering ditegor gara-gara ngebilas cucian kayak di ‘pancuran’, kata si ibu kos -____-)
 Walaupun bukan karena pembatasan air, tetapi adaaaa aja yang jadi masalah : Di saat menjelang maghrib dan perut lapar, pipa airnya malah bocor.
Alhasil, air di galon yang tak seberapa namun dibeli dengan susah payah setelah menyisihkan uang jajanpun jadi korbannya :D
Dan pengalaman pertama yang terjadi di sore ini adalah ngisikan (mencuci beras untuk dimasak) menggunakan air galon. Hadeuuuh..... kepingan-kepingan rupiah yang dikumpulin tadi pun mengalir bersama tenggelamnya air beras -___-

Minggu, 24 Agustus 2014

Bersih itu Indah



Pagi ini kegiatanku adalah beres-beras kosan. Ini adalah beres-beres yang ke-sekian kalinya, setelah beberapa hari terakhir aku kembali menempati tempat tinggal sewaan ini.
Jika dilihat sekilas, kemarin, kosanku tampak rapi (karena memang sebelumnya telah dibereskan) dan mungkin hanya aku yang tahu bahwa sebenarnya kosanku belum rapi, masih banyak barang-barang yang disimpan di tempat yang tidak semestinya. Karena itulah pagi ini aku memutuskan untuk merapikannya.
Ternyata, proses merapikan tak sesederhana yang dipikirkan. Karena aku harus membuat berantakan lagi kosan yang tadinya sudah terlihat rapi. Aku membuat barang-barang berserakan, jauh lebih berantakan daripada sebelum dibereskan sama sekali.
Aku memisahkan benda yang hendak dibuang, menyimpan benda kenangan dan dijadikan sejenis album (yang isinya benda), dan diberi keterangan darimana benda itu berasal.
Asesoris, kain-kain planel, jarum, benang rajut dan sebagainya aku pisahkan. Disaat itulah debu-debu pun akhirnya nampak jelas.
Lama, kosanku dalam keadaan yang tak layak huni, hingga sedikit demi sedikit aku telah berhasil membuat kosanku rapi kembali, dan dengan barang-barang yang sekarang ini telah tersusun dan atau tersimpan rapi.
Huuuuffffttttt alangkah leganyaaaaa.
Sesaat kemudian, kuhirup udara yang lebih bersih dari sebelumnya, dan sedetik kemudian aku menyadari sesuatu         : Bahwa barangkali dalam hidup pun seperti itu, aku tidak harus fokus pada kisah-kisah kelam. Pada hal-hal yang membuat hidupku jauh lebih berantakan.. Jadikan masa lalu yang buruk sebagai cara diri kita untuk menjaga jiwa yang telah dititipkan tuhan. Untuk membuatnya menjadi jauh, jauh dan jauh lebih baik.
Karena jika masa-masa suram itu telah di lewati, mana mungkin aku ingin membiarkan ‘kosanku’ yang telah rapi menjadi berantakan lagi.

Jumat, 22 Agustus 2014

sweet moment



Hari ini, untuk pertama kalinya kami duduk bersama, tiduran bersama, nonton film horor, hingga teriak sama-sama ..
Hfft.. indahnya saat-saat seperti ini. Jika kejadian yang dulu diingat kembali, rasanya memang masih menyesakkan. Kesalah pahaman, sikap dingin dan tak bersahabat antara aku dan dia, hanya karena satu alasan. kami memiliki—yang sekarang ini telah menjadi—mantan yang sama.
Haha. Sejak dulu kami memang tak pernah ‘bentrok’ secara blak-blakan. Tapi sama-sama bersikap dingin tentu lebih menyesakkan daripada cekok.
Namun syukurlah, beberapa minggu terakhir ini kami lebih sering berkomunikasi walaupun melalui media sosial. Yang pada akhirnya, hari ini kami bertemu.
Masih ada rasa canggung jika aku dan dia ditinggal kawan yang lain di satu ruangan yang sama. Tetapi setidaknya, keadaan telah banyak berubah.
Alhamdulillah..

Kamis, 21 Agustus 2014

21 aug



Jika kita dihadapkan pada pertanyaan “Apakah kamu pernah meninggalkan si A untuk kembali pada si B?”
Mungkin tidak sedikit orang yang menjawab “Ya, pernah”
Namun, sedikit orang yang akan berkata “Ya, pernah. Hanya saja ternyata si B telah memiliki pasangan”
:D
Hffftttt...