Minggu, 24 Agustus 2014

Bersih itu Indah



Pagi ini kegiatanku adalah beres-beras kosan. Ini adalah beres-beres yang ke-sekian kalinya, setelah beberapa hari terakhir aku kembali menempati tempat tinggal sewaan ini.
Jika dilihat sekilas, kemarin, kosanku tampak rapi (karena memang sebelumnya telah dibereskan) dan mungkin hanya aku yang tahu bahwa sebenarnya kosanku belum rapi, masih banyak barang-barang yang disimpan di tempat yang tidak semestinya. Karena itulah pagi ini aku memutuskan untuk merapikannya.
Ternyata, proses merapikan tak sesederhana yang dipikirkan. Karena aku harus membuat berantakan lagi kosan yang tadinya sudah terlihat rapi. Aku membuat barang-barang berserakan, jauh lebih berantakan daripada sebelum dibereskan sama sekali.
Aku memisahkan benda yang hendak dibuang, menyimpan benda kenangan dan dijadikan sejenis album (yang isinya benda), dan diberi keterangan darimana benda itu berasal.
Asesoris, kain-kain planel, jarum, benang rajut dan sebagainya aku pisahkan. Disaat itulah debu-debu pun akhirnya nampak jelas.
Lama, kosanku dalam keadaan yang tak layak huni, hingga sedikit demi sedikit aku telah berhasil membuat kosanku rapi kembali, dan dengan barang-barang yang sekarang ini telah tersusun dan atau tersimpan rapi.
Huuuuffffttttt alangkah leganyaaaaa.
Sesaat kemudian, kuhirup udara yang lebih bersih dari sebelumnya, dan sedetik kemudian aku menyadari sesuatu         : Bahwa barangkali dalam hidup pun seperti itu, aku tidak harus fokus pada kisah-kisah kelam. Pada hal-hal yang membuat hidupku jauh lebih berantakan.. Jadikan masa lalu yang buruk sebagai cara diri kita untuk menjaga jiwa yang telah dititipkan tuhan. Untuk membuatnya menjadi jauh, jauh dan jauh lebih baik.
Karena jika masa-masa suram itu telah di lewati, mana mungkin aku ingin membiarkan ‘kosanku’ yang telah rapi menjadi berantakan lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar