Pagi ini kegiatanku adalah beres-beras kosan. Ini adalah
beres-beres yang ke-sekian kalinya, setelah beberapa hari terakhir aku kembali
menempati tempat tinggal sewaan ini.
Jika dilihat sekilas, kemarin, kosanku tampak rapi (karena
memang sebelumnya telah dibereskan) dan mungkin hanya aku yang tahu bahwa
sebenarnya kosanku belum rapi, masih banyak barang-barang yang disimpan di
tempat yang tidak semestinya. Karena itulah pagi ini aku memutuskan untuk
merapikannya.
Ternyata, proses merapikan tak sesederhana yang dipikirkan. Karena
aku harus membuat berantakan lagi kosan yang tadinya sudah terlihat rapi. Aku membuat
barang-barang berserakan, jauh lebih berantakan daripada sebelum dibereskan
sama sekali.
Aku memisahkan benda yang hendak dibuang, menyimpan benda
kenangan dan dijadikan sejenis album (yang isinya benda), dan diberi keterangan
darimana benda itu berasal.
Asesoris, kain-kain planel, jarum, benang rajut dan
sebagainya aku pisahkan. Disaat itulah debu-debu pun akhirnya nampak jelas.
Lama, kosanku dalam keadaan yang tak layak huni, hingga
sedikit demi sedikit aku telah berhasil membuat kosanku rapi kembali, dan
dengan barang-barang yang sekarang ini telah tersusun dan atau tersimpan rapi.
Huuuuffffttttt alangkah leganyaaaaa.
Sesaat kemudian, kuhirup udara yang lebih bersih dari
sebelumnya, dan sedetik kemudian aku menyadari sesuatu : Bahwa barangkali dalam hidup pun seperti itu, aku tidak
harus fokus pada kisah-kisah kelam. Pada hal-hal yang membuat hidupku jauh
lebih berantakan.. Jadikan masa lalu yang buruk sebagai cara diri kita untuk
menjaga jiwa yang telah dititipkan tuhan. Untuk membuatnya menjadi jauh, jauh
dan jauh lebih baik.
Karena jika masa-masa suram itu telah di lewati, mana
mungkin aku ingin membiarkan ‘kosanku’ yang telah rapi menjadi berantakan lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar