Suka
tidak suka, akan ada yang menilai kepribadian kita. Siapapun itu.
Entah
hanya menebak, atau memang dengan seriusnya mereka mempelajari ilmu yang hanya
untuk mengenal kepribadian orang lain. Aneh!
Saya
selalu tidak nyaman berada di posisi ‘yang diamati’ ini. Apalagi oleh mereka
yang benar-benar hanya menebak.
Karena
apa? Karena mereka tidak (akan) tahu siapa saya.
Saya
sendiri pun selalu dibuat bungkam oleh pertanyan yang menyudutkan yang
dilontarkan seseorang (atau lebih tepatnya pantulan seseorang) di cermin sana
yang dengan entengnya berkata. Siapa
saya?
Entahlah
..
Seseorang
dengan dua kepribadian –yang bertolak
belakang- yang sama-sama kuat.
Dan
entah mengapa saya tidak pernah peduli dengan masalah kepribadian ini (walaupun
memang mengganggu).
Tapi
yang saya benci adalah betapa saya selalu peduli dengan penilaian orang lain.
Rumit, memang.
Andai
mereka mengerti, saya tidak butuh penilaian. Saya butuh solusi.


