Kamis, 18 Desember 2014

STRIGHT NEWS: AKFIL TOLERAN


JL A.H NASUTION-Kamis, 18 Desember 2014, Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) Akidah Filsafat UIN SGD Bandung mengadakan seminar nasional di Aula Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung.
Menurut informasi yang dihimpun, terselenggaranya acara ini merupakan kerjasama antara BEM-J Akidah Filsafat UIN SGD Bandung dengan Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK), Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Jaringan Lintas Iman (Jari Lima), dan BEM-J Filsafat UNPAR.
            Acara yang dihadiri oleh lebih dari 120 peserta itu mengusung tema “Membangun Sikap Toleransi dan Perdamaian dalam Keberagamaan di Indonesia”. Menurut Ahlul, salah satu koordinator acara, pengambilan tema ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya isu konflik antar umat beragama di Indonesia.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya konflik  agama bisa ditekan dengan mengetahui pangkal masalahnya, “Saya sebagai Muslim terkadang merasa miris melihat konflik antar agama, terutama yang sifatnya penindasan terhadap kaum minoritas. Di acara ini, kita ingin membuka, apa sih yang menjadi titik masalah. Karena seharusnya perbedaan agama bukan dijadikan alasan untuk berkonflik. Hal itu justru merupakan rahmat yang bisa membuat kita saling menghargai,” katanya.
Sementara itu, menurut Albertus Gatot, mahasiswa filsafat UNPAR yang juga merupakan penyelenggara acara, seminar kali ini merupakan tindak lanjut dari acara yang sudah dilaksanakan sebelumnya, “Acara ini merupakan tindak lanjut dari apa yang telah dimulai di Jakarta, ketika kami mengikuti pelatihan kebebasan beragama dan berkeyakinan. Salah satu tindak lanjutnya yaitu berkunjung ke universitas-universitas untuk berkampanye atau mempromosikan mengenai kebebasan beragama dan berkeyakinan.”
Tidak hanya dari jumlah, antusiasme peserta pun terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Terlebih lagi, pembicaranya merupakan orang-orang yang telah lama menggeluti bidang kajian konflik antar umat beragama. Mereka adalah Sr. Gerardette Philips RSCJ, seorang pembicara internasional mengenai keberagamaan, dan Budhy Munawar-Rachman, cendikiawan yang juga pernah menuliskan buku pemikiran Cak Nur.
Seminar yang dibuka untuk umum ini dihadiri oleh Asna, salah satu mahasiswa Fisika ITB, yang juga anggota Jaringan Kerja Antar Ummat Beragama (JAKATARUB). Ia yang sudah sejak lama tertarik pada kajian toleransi, memberikan komentar positif pada acara yang dilaksanakan hari itu. “Menurut saya acara ini sangat menarik, dan memang penting, apalagi di Bandung. Karena yang saya tahu, Jawa Barat merupakan daerah yang kekerasan mengatasnamakan agamanya paling tinggi. Dan kita sebagai mahasiswa punya tanggung jawab mensosialisasikan kepada masyarakat tentang toleransi beragama.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar