Suatu ketika, saya
dihadapkan dengan sebuah ujian yang menurut saya rumit. Karena tidak hanya
harus ‘melek’ politik, tahu sejarah indonesia, tidak jarang kita pun diminta ‘hafal
diluar kepala’ butir-butir pasal UUD di negara kita. Ya, ujian PKN.
Karena merasa tidak
yakin akan kemampuan diri sendiri dalam mata pelajaran tersebut, saya pun
memutuskan untuk menyiapkan amunisi yang dibuat pada malam sebelum ujian dilaksanakan
(menghafal dengan sistem kebut semalam).
Saya menghafal latihan
ujian yang ada di LKS, dari bab 1 sampai bab sebelum saya menemukan cover
penutup LKS tersebut. Kami yakin bahwa soal yang akan diberikan adalah dari
buku tersebut (itu kebiasaan guru saya yang satu ini :v). Bentuk soalnya
pilihan ganda, dan semuanya telah diisi berdasarkan hasil berembuk antara saya
dan teman sekelas. Beembuk disini maksudnya menyalin jawaban dari buku panduan
guru :D .. Maka tentu jawaban yang kami salin dipastikan benar, berdasarkan
pandangan guru tersebut.
Malam itu saya meyadari
bahwa kebiasaan melakukan sistem kebut semalam adalah justru membuat
benang-benang di otak saya semakin sulit teurai. Apalagi yang harus saya hafal
adalah bentuk soal pilihan ganda, beserta jawabannya. (tahu sendiri kan
alangkah miripnya jawaban soal PKN -_- )
Namun saya tidak
menyerah begitu saja, saya tidak ingin dipermalukan dihadapan teman sekelas
hanya karena tidak bisa menjawab pertanyaan yang jelas-jelas kami sudah diberi
tahu jawabannya. Saya pun menghafal hingga larut malam. Saat bangun pun saya
melakukan hal yang sama, walau saya tak yakin akan hasil yang akan saya dapat
nantinya.
Saat guru membacakan
pertanyaan—yang ternyata pertanyaannya memang dari LKS tersebut, saya berusaha
keras mengingat apa yang telah saya baca, mengingat pertanyaan tersebut ada di
bagian mana, dan yang lebih sulit adalah mengingat pilihan mana yang
dilingkari.
Alhasil, saat-saat
mendebarkan itu tiba.. Saya menerima nilai yang tenyataaaaa eh ternyata.. saya
begitu terkejut dengan nilai yang saya dapat, meski tidak sempurna, tetapi
sangat membuat saya puas. Yeaaaaaa :))
Sejak saat itu, saya menyadari akan
KEAJAIBAN dari sebuah USAHA.
Namun hari ini, pada
saat-saat yang begitu penting bagi ‘karir’ saya. *Ciehh
Saya melupakan keajaiban yang saya
terima di hari itu. Saya melupakan betapa berartinya sebuah usaha. Saya lupa
bahwa Tuhan akan selalu menolong setiap manusia yang memaksimalkan prosesnya.
Saya lupa, sungguh
lupa. Atau mungkin saya terlalu sombong dan menganggap enteng sesuatu.
Saya lupa bahwa semua
hal perlu latihan. Saya lupa bahwa pengharapan seharusnya datang setelah kerja
keras.
Maka, hari ini saya pun
sangat tidak puas dengan apa yang telah saya lakukan. Saya membaca puisi dengan
amat kacau, padahal pembacaan tersebut ada di forum yang bukan untuk main-main.
Karena merupakan sebuah perlombaan.
Dengan sombongnya, saya
mengira peserta akan sedikit dan yang lain pun tidak akan mempersiapkannya
dengan maksimal.
Dan ternyataa... ya, saya menyesal.
*hiks
keren,, :D usaha dalam rumus fisika W=F x s... f= gaya dan s= jarak... maka seberapa besar gaya yang telah kita lakukan dan wktu yng kita mnfaatkan sebanding dengan udaha yang kita lakukan. begitupun hasilnya.. :D
BalasHapushaha mkasih brother..
Hapusmsih inget aja sama rumus fisika -,-