Jumat, 11 Juli 2014

Proses Enggak Pernah Bohong..



Suatu ketika, saya dihadapkan dengan sebuah ujian yang menurut saya rumit. Karena tidak hanya harus ‘melek’ politik, tahu sejarah indonesia, tidak jarang kita pun diminta ‘hafal diluar kepala’ butir-butir pasal UUD di negara kita. Ya, ujian PKN.
Karena merasa tidak yakin akan kemampuan diri sendiri dalam mata pelajaran tersebut, saya pun memutuskan untuk menyiapkan amunisi yang dibuat pada malam sebelum ujian dilaksanakan (menghafal dengan sistem kebut semalam).
Saya menghafal latihan ujian yang ada di LKS, dari bab 1 sampai bab sebelum saya menemukan cover penutup LKS tersebut. Kami yakin bahwa soal yang akan diberikan adalah dari buku tersebut (itu kebiasaan guru saya yang satu ini :v). Bentuk soalnya pilihan ganda, dan semuanya telah diisi berdasarkan hasil berembuk antara saya dan teman sekelas. Beembuk disini maksudnya menyalin jawaban dari buku panduan guru :D .. Maka tentu jawaban yang kami salin dipastikan benar, berdasarkan pandangan guru tersebut.
Malam itu saya meyadari bahwa kebiasaan melakukan sistem kebut semalam adalah justru membuat benang-benang di otak saya semakin sulit teurai. Apalagi yang harus saya hafal adalah bentuk soal pilihan ganda, beserta jawabannya. (tahu sendiri kan alangkah miripnya jawaban soal PKN -_- )
Namun saya tidak menyerah begitu saja, saya tidak ingin dipermalukan dihadapan teman sekelas hanya karena tidak bisa menjawab pertanyaan yang jelas-jelas kami sudah diberi tahu jawabannya. Saya pun menghafal hingga larut malam. Saat bangun pun saya melakukan hal yang sama, walau saya tak yakin akan hasil yang akan saya dapat nantinya.
Saat guru membacakan pertanyaan—yang ternyata pertanyaannya memang dari LKS tersebut, saya berusaha keras mengingat apa yang telah saya baca, mengingat pertanyaan tersebut ada di bagian mana, dan yang lebih sulit adalah mengingat pilihan mana yang dilingkari. 

Saya melihat wajah-wajah penuh keyakinan di sekeliling saya, dan saya benci ekspresi mereka karena itu semakin membuat saya gugup :D .. tapi apa boleh buat, mencontek sangat tidak mungkin, kami sepakat untuk tidak melakukan itu. Dan alasan yang paling logis adalah, dengan melakukannya, maka akan menghabiskan waktu hanya untuk mencari pertanyaan tersebut ada di halaman berapa. Jadi, saya pun menjawab apa yang  saya ingat, meski begitu ragu dengan kebenaran ingatan tersebut.
Alhasil, saat-saat mendebarkan itu tiba.. Saya menerima nilai yang tenyataaaaa eh ternyata.. saya begitu terkejut dengan nilai yang saya dapat, meski tidak sempurna, tetapi sangat membuat saya puas. Yeaaaaaa :))
Sejak saat itu, saya menyadari akan KEAJAIBAN dari sebuah USAHA.
Namun hari ini, pada saat-saat yang begitu penting bagi ‘karir’ saya. *Ciehh
Saya melupakan keajaiban yang saya terima di hari itu. Saya melupakan betapa berartinya sebuah usaha. Saya lupa bahwa Tuhan akan selalu menolong setiap manusia yang memaksimalkan prosesnya.
Saya lupa, sungguh lupa. Atau mungkin saya terlalu sombong dan menganggap enteng sesuatu.
Saya lupa bahwa semua hal perlu latihan. Saya lupa bahwa pengharapan seharusnya datang setelah kerja keras.
Maka, hari ini saya pun sangat tidak puas dengan apa yang telah saya lakukan. Saya membaca puisi dengan amat kacau, padahal pembacaan tersebut ada di forum yang bukan untuk main-main. Karena merupakan sebuah perlombaan.
Dengan sombongnya, saya mengira peserta akan sedikit dan yang lain pun tidak akan mempersiapkannya dengan maksimal.
Dan ternyataa... ya, saya menyesal. *hiks

Namun setidaknya, hari ini saya kembali belajar dan kembai ingat akan pentingnya sebuah usaha, pentingnya memaksimalan proses, karena proses enggak pernah bohong. 

2 komentar:

  1. keren,, :D usaha dalam rumus fisika W=F x s... f= gaya dan s= jarak... maka seberapa besar gaya yang telah kita lakukan dan wktu yng kita mnfaatkan sebanding dengan udaha yang kita lakukan. begitupun hasilnya.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha mkasih brother..
      msih inget aja sama rumus fisika -,-

      Hapus