Sebelum melaksanakan
shalat tarawih, seorang imam yang akan memimpin shalat biasa memberikan pengajian singkat kepada seluruh
jamaat di sebuah mesjid di sekitar tempat kost saya, pengajian singkat ini biasa disebut
kultum.
Dalam kultumnya, beliau
membuat saya menyadari bahwa Ramadham memang merupakan ‘sekolah’ dengan metode
pembelajaran yang sangat efektif.
Seluruh umat muslim sama-sama belajar di
sekolah ini selama satu bulan penuh. Tetapi pada akhirnya, tidak semua muslim
dinyatakan lulus. Kenapa? Karena tidak sedikit dari kita yang melewati bulan Ramadhan
dengan sia-sia. Berlalu begitu saja.
Katanya bersekolah,
ingin lulus, tetapi tidak mengikuti aturan di sekolah tersebut. Ya mana bisa
lulus. Kalaupun lulus, tidak mendapatkan nilai A.
Kunci utama bersekolah
di bulan Ramadhan adalah dengan senantiasa bersikap sabar.
Sabar disini mencakup semua hal yang
berkaitan dengan penjagaan diri dari hal-hal yang tidak baik.
Dengan memiliki rasa
sabar, semua hal akan terasa mudah dan kita akan tahu betapa besarnya ‘sesuatu’
yang Allah simpan dibalik rasa sabar.
Sebagai contoh, saat
mendekati waktu maghrib, 10 menit lagi misalnya. Kita terbiasa diteror oleh
makanan yang tersaji di depan mata. Kolak yang begitu menggoda, sop buah dengan
warna-warni buah yang menggiurkan, butiran-butiran nasi yang seakan ingin
segera meluncur kedalam perut, bahkan pisang yang tadinya utuh pun sudah
‘dikuliti’. Ini merupakan salah satu ujian kesabaran di bulan Ramadhan. Jika
kita tidak bersabar menunggu waktunya, maka kita tidak akan merasakan nikmat
yang Allah janjikan pada saat berbuka.
Pada bulan Ramadhan, nasi dan garam pun akan
terasa berbeda rasanya setelah kita bersabar menunggu waktu berbuka, jika
dibandingkan dengan rasa nasi dan garam di hari biasa.
Contoh lain yang dirasa
lebih besar pengaruhnya adalah ketika eseorang bisa terhindar dari bahaya,
berkat rasa sabar.
Namun, lebih dari itu..
rasa sabar akan membawa kita pada kenikmatan yang tiada tara di akhir ujian
kita. Kita akan mencapai kemenangan yang sesungguhnya. Menuju ketenangan
batin..
Masih banyak kesempatan
bagi kita untuk menjalankan ibadah ini disertai rasa sabar. Jangan terlalu
kecewa jika bebrapa hari yang telah kita lewati terbuang sia-sia. Karena esok,
catatan rapot kita masih putih, tak bernoda J .. Putih itu
bisa kita buat bersinar dengan kesabaran ..
Marhaban Yaa Ramadhan.....*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar