Jumat, 11 Juli 2014

Edisi Ramadhan (part 1)--The Power of Sabar


Sebelum melaksanakan shalat tarawih, seorang imam yang akan memimpin shalat biasa memberikan pengajian singkat kepada seluruh jamaat di sebuah mesjid di sekitar tempat kost saya, pengajian singkat ini biasa disebut kultum.
Dalam kultumnya, beliau membuat saya menyadari bahwa Ramadham memang merupakan ‘sekolah’ dengan metode pembelajaran yang sangat efektif.
Seluruh umat muslim sama-sama belajar di sekolah ini selama satu bulan penuh. Tetapi pada akhirnya, tidak semua muslim dinyatakan lulus. Kenapa? Karena tidak sedikit dari kita yang melewati bulan Ramadhan dengan sia-sia. Berlalu begitu saja.
Katanya bersekolah, ingin lulus, tetapi tidak mengikuti aturan di sekolah tersebut. Ya mana bisa lulus. Kalaupun lulus, tidak mendapatkan nilai A.
Kunci utama bersekolah di bulan Ramadhan adalah dengan senantiasa bersikap sabar.
Sabar disini mencakup semua hal yang berkaitan dengan penjagaan diri dari hal-hal yang tidak baik.
Dengan memiliki rasa sabar, semua hal akan terasa mudah dan kita akan tahu betapa besarnya ‘sesuatu’ yang Allah simpan dibalik rasa sabar.
Sebagai contoh, saat mendekati waktu maghrib, 10 menit lagi misalnya. Kita terbiasa diteror oleh makanan yang tersaji di depan mata. Kolak yang begitu menggoda, sop buah dengan warna-warni buah yang menggiurkan, butiran-butiran nasi yang seakan ingin segera meluncur kedalam perut, bahkan pisang yang tadinya utuh pun sudah ‘dikuliti’. Ini merupakan salah satu ujian kesabaran di bulan Ramadhan. Jika kita tidak bersabar menunggu waktunya, maka kita tidak akan merasakan nikmat yang Allah janjikan pada saat berbuka.
 Pada bulan Ramadhan, nasi dan garam pun akan terasa berbeda rasanya setelah kita bersabar menunggu waktu berbuka, jika dibandingkan dengan rasa nasi dan garam di hari biasa.
Contoh lain yang dirasa lebih besar pengaruhnya adalah ketika eseorang bisa terhindar dari bahaya, berkat rasa sabar.
Namun, lebih dari itu.. rasa sabar akan membawa kita pada kenikmatan yang tiada tara di akhir ujian kita. Kita akan mencapai kemenangan yang sesungguhnya. Menuju ketenangan batin..
Masih banyak kesempatan bagi kita untuk menjalankan ibadah ini disertai rasa sabar. Jangan terlalu kecewa jika bebrapa hari yang telah kita lewati terbuang sia-sia. Karena esok, catatan rapot kita masih putih, tak bernoda J .. Putih itu bisa kita buat bersinar dengan kesabaran ..



Marhaban Yaa Ramadhan.....*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar