Sejak duduk di bangku SLTP, saya
berharap suatu saat bisa dikenal banyak orang.. keinginan itu didukung oleh
kebiasaan ‘narsis’ saya saat berada dihadpan publik.
Saya banci kamera, banyak bicara ketika dihadapan banyak orang dan selalu ingin tampil.
Saya banci kamera, banyak bicara ketika dihadapan banyak orang dan selalu ingin tampil.
Kebiasaan saya ‘beretorika’
mungkin menjadi salah satu alasan mengapa saya akhirnya terpilih menjadi ketua
OSIS di MTs N Cisewu, waktu itu.
Menjadi ketua OSIS adalah satu dari sekian banyak kegiatan saya di sekolah. Hanya saja, satu hal yang sangat saya inginkan dalam berekstrakulikuler namun tidak ada wadah di SLTP, yaitu menjadi penyiar radio.
Menjadi ketua OSIS adalah satu dari sekian banyak kegiatan saya di sekolah. Hanya saja, satu hal yang sangat saya inginkan dalam berekstrakulikuler namun tidak ada wadah di SLTP, yaitu menjadi penyiar radio.
Ada dua radio komunitas di tempat
saya tinggal, yang lebih dulu berdiri adalah radio komunitas warga, disusul
dengan berdirinya radio komunitas pelajar di salah satu SLTA di Cisewu.
Saya pun merasa mendapatkan jalan
menuju impian saya untuk menjadi penyiar radio. Jalannya yaitu saya harus masuk
ke SMA N 1 Cisewu (kini SMAN 12 Garut), walaupun jelas-jelas saya dari MTs..
tetapi pada akhirnya, karena saya ingin menjadi penyiar radio, saya masuk SMA :D .
Di SMA, saya banyak mendapatkan
teman baru, mereka aktif dan pintar. Sebagian besar teman sekelas saya
mengikuti lebih dari 1 ekstrakulikuler dan ditambah lagi dengan keikutsertaan
di organisasi intera. Lingkungan yang seperti ini seakan mendukung saya untuk
tetap aktif.
Hanya saja, suatu ketika saya
berada di suatu titik yang mengharuskan saya untuk ‘memilih’ beberapa dari
sekian banyak ekstrakulikuler yang saya ikuti. Saya pun melepaskan beberapa dan
tetap mempertahankan yang lain. Yang pasti saya pertahankan adalah organisasi “Broadcast”.
Ya, broadcast adalah organisasi
ekstra yang salah satu kegiatannya adalah menjadi penyiar radio komunitas
pelajar SMAN 12 Garut. Nama radionya adalah Waskita FM.
Di radio ini saya dan teman-teman
menjadi penyiar yang di setiap jadwal siaran kita harus melayani banyak
penggemar yang bahkan di beberapa acara, kebanyakan adalah ibu-ibu. Dari sini
kami belajar banyak hal. Selain tentunya belajar berbicara. Karena bagi
siapapun, berbicara di radio peertama kali tentu akan terasa seperti ‘orang
gila’ yang tak tahu kalau ia sedang berbicara dengan banyak orang. Karena yang
ada di hadapannya hanyalah mic dan komputer.
Namun bagaimanapun, bagi saya,
Waskita telah menjadi titik awal dari keseluruhan rangkaian mimpi saya. Saya ingin
menjadi jurnalis. Jurnalis beneran! :D
Alhasil, suatu hari saya dan
teman-teman sempat mengikrarkan sesuatu, untuk menjadi yang lebih dulu masuk tv :D
Dan hari ini, di hari pemilihan
presiden, ada yang lebih mengejutkan saya daripada sekedar menyaksikan hasil
penghitungan suara untuk capres, yaitu tulisan mengenai keberhasilan salah satu
sahabat saya yang sama-sama meniti ‘karir’ dari waskita, dan ia pun
mengikrarkan hal yang sama, dalam blog pribadinya, aderanews.blogspot.com
Kira-kira ini yang ia tulis:
Minggu, 06 Juli 2014
"yeaahh ada di koran
Saya
merupakan orang yang termasuk beruntung dari sekian banyak orang
(allhmdullih), saya bisa masuk radio milik wakil wali Kota Bekasi (H.
Ahmad Syaiku), walaupun kata orang masuk radio wakil wali kota bekasi
terbilang susah tapi saya bisa membuktikan bahwa saya bisa,, dan itu
terwudjud.Sekitar kurang lebih 4 bulan sebagai pembaca berita di radio, saya dikasih mandat untuk ngeliput acara penanaman seribu pohon di kalimalang Bekasi, kebetulan waktu itu banyak sekali wartawan dari berbagai media. uniknya hanya saya yang paling muda bahkan bisa di kategorikan anak kecil. akhirnya saya ngobrol banyak dengan wartawan yang lain, termasuk saya minta ilmu bagaimana cara meliput yang baik waktu itu. akhirnya besoknya saya terkejut ada pemberitaan tentang saya di koran Radar Bekasi yang merupakan salah satu media terkenal di Bekasi yang berjudul "Buka Wawasan Seluasya" .. betapa bangganya saya ketika itu. dalam pikiran saya mungkin seluruh orang Bekasi membaca berita tentang saya.
Dalam koran itu menceritakan bahwa walaupun saya bukan mahasiswa jurusan komunikasi tapi harus menjadi orang yang serba bisa, tentunya untuk mempersiapkan cita - cita masa depan.
AYOO buka wawasan seluas - luasnya................"
Dera Anggiana Ruspandi. Salah satu
teman terbaik saya selama bersekolah di SLTA.
“Der, selamat.. Mama bangga
padamu, Nak! Hehe.... tapi iri :( :D”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar