Jumat, 06 Desember 2013

CERPEN : Tentang aku dan Penyair


Namanya Nugi, teman sekelasku. Manusia terjahil yang pernah aku kenal.
Dari dia, aku menemukan cinta dalam wujud yang berbeda. Tak ada kriteria mantanku yang ada pada dirinya, selain mereka sama-sama sensitive.
Dia beda sama yang lainnya.
Tapi entah apa yang membuatku memutuskan untuk berhubungan dengannya, meskipun tanpa status.
Semula perasaan ini aku pendam sendiri, hingga akhirnya sahabat-sahabatku mengetahuinya.
Suatu hari dia mulai mendekatiku. Awalnya tak ku anggap serius, karena sulit percaya pada orang sejahil dia. :) Dia laki-laki yang banyak didekati wanita, tapi dia sangat cuek, seakan tidak pernah ingin tahu apapun tentang wanita.

Hingga saat ia memberku sedikit saja perhatian, aku mulai yakin akan rasa sukaku padanya.
Saat itu kami keluar malam dengan tujuan membeli barang keperluan ospek jurusan. Gerimis menghisi malam. Tanpa ragu, dia memaksa memakaikan jaket yang ia pakai ke tubuhku. Hh nugiiii nugi. Satu sisi romantis yang benar-benar baru terlihat.
Dari sana kami mulai dekat, dekat sebagai teman yang mulai akrab..
Suatu saat, teman sekelasku yang lain memintaku membuatkan sajak untuk dia jadikan lagu. Inspirasiku, siapa lagi kalau bukan Nugi .. aku menyukainya, tapi tak ada yang bisa kulakukan ..

 
Aku mencintaimu dalam gelap, hanya gelap
Namun kau mengundang kunang-kunang
Begitu indah ..
Aku mencintaimu dalam senja, hanya senja
Namun kau mengundang warna
Begitu indah ..
Mencintaimu begitu sulit, karena kau pengundang keindahan..
Mencintaimu membuatku pudar, karena pesonamu begitu jelas terpancar..
Percayalah
Kau membuatku sadar bahwa aku masih hidup
Kau telah memberi kesempatan jantungku berdebar,
Meski kau begitu jauh, tetap jauh…




 
Nugi tak tahu cerita dibalik sajak yang ia temukan di buku kecilku.
Saat dia mengembalikannya, aku baca halaman demi halaman, sama seperti semula, isinya tulisan-tulisanku.
Puisi-puisi, materi, kumpulan draft cerpen, hasil seminar, dannn tunngu…. Di halaman terakhir aku menemukan tulisan yang asing, tentu bukan tulisanku..

 
Ketika kebersamaan mulai meraba,
Ketika hati selalu memikirkan,
Indahnya kehidupan pun mulai terasa.
Tak ingin ku hilangkan rasa yang kini kurasakan, tak pernah ku sesali berada didekatmu, hati ini terasa damai ketika tanganku menyentuh tangan yang lembut nan suci,
bibir yang selalu kulihat dengan keindahan senyumannya.
Ya Tuhan,
Engkau menciptakan langit dan bumi, bulan dan bintang, mereka indah..
namun Engkau telah menciptakan seorang mahluk yang terindah dari langit turun ke bumi dan Engkau telah menyinari wajahnya seperti sinar rembulan, matanya Kau beri bitang-bintang-Mu, dan Kau beri sutra yang lembut di kedua tanganny.
Terimakasih Ya Tuhan,
telah mendekatkannya disisiku, sehingga ku bisa mengingatnya disetiap hembusan nafasku..
Thank God!



 Nugi???






6 komentar: