Jumat, 11 Desember 2015

Bisikku



Barangkali, malam ini tidurmu tak nyenyak karena ujung kumismu mengusap bantal, dan itu membuatmu kegelian.
Barangkali, kau sedang mendengkur, menyuarakan kemerdekaan atas penatnya hari yang kau lalui.
Barangkali, tanpa sadar jari panjangmu membunuh nyamuk yang sedari tadi menghisap hangatnya darahmu.
Barangkali, justru hanya napas teratur yang terlihat.
Kau begitu damai, begitu tanpa beban, mata dan alismu tampak tak bertenaga. Masihkah itu karena obat tidur yang terpaksa harus kau tenggak?
Atau, barangkali—yang kutahu ini adalah kemungkinan terbesar, saat ini kedua bibirmu berkomat-kamit membisikkan lafadz nan syahdu. Kedua alismu nyaris beradu. Begitu khusyuk. Matamu terkatup, sementara tangan kananmu lihai menghitung.
Kau duduk bersila. Kadang badanmu sedikit bergoyang, kadang punggungmu membungkuk, kadang kau bak tertidur.
Begitu tenang, begitu damai, begitu indah, begitu memesona...
Sementara di saat yang sama, di sini, kurasakan ketenangan. Sementara di hari selanjutnya, setiap urusanku selalu dilancarkan. Sementara di waktu-waktu yang mengukur seberapa lama ketakberjumpaan kita, aku menggenggam sesuatu yang kuimpikan.
Dan kau masih bersila di tempat yang sama. Masih berbalut sarung dan berkoko putih. Masih mengenakan kopiah, sementara kedua jarimu membingkai tasbih hijau. Masih mengangkat kedua tangan seraya menyelipkan namaku untuk kali ke-sekian.
Wahai kau, lelaki yang sangat kucintai....
Masih bolehkah kududuk di atas punggungmu ketika kau bersujud di hadapan-Nya?
Masih bolehkan kupeluk kau ketika mataku tak bisa terpejam seperti malam ini?
Masih akan jahilkah kau ketika ternyata aku begitu takut mendengar cerita Mak Lampir?
Masih sudikah kau menggosok tubuhku yang tak lagi kurus ini?
Masih adakah buah tangan yang bisa kumakan sepulang kau kerja?
Masih maukau kau mengajariku menggambar?
Masih harus dikoreksikah gerakan shalatku?
Masih bolehkah kucium bau ketiakmu?
Masih maukah kau memelukku sedikit lebih lama?
Masih maukah kau menolongku ketika aku dibentak?
Masih ada cerita menarikkah yang bisa kudengar sebelum tidur?
Masih maukah kau melihatku melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain?
Masih sukakah kau dengan kopi hitam?
Masih maukah kau mengantarku bersekolah?
Masih maukah kau mengajariku mengaji?
Masih lucukah aku menirukan suara adzan?
masih kuatkah kau menggendongku?
Masih sempatkah kau mengajariku bernyanyi?
Masih maukah kau memeriksa buku rapotku?
Masih bolehkah aku bercerita tanpa rasa canggung?
Masih bisakah kau menganggapku sebagai anak kecil???
...
Masih tak tahukah bahwa aku sangat sangat sangat merindukanmu?
...
Bapak.....
Bapak...
Masih berkenankah kau mendo’akanku?







01:45
Sabtu, 12 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar