Kau embuskan napas berat. Butir
pertama jatuh dari kelopak matamu yang terpejam. Kau masih bergumam,
menyanyikan lagu yang beberapa detik lagi akan kau tenggelamkan.
Semalam, telapak tanganmu mendarat
di pipinya. Kue perayaan hari jadi hubunganmu menjadi saksi penghianatannya.
Masih kau rasakan genggamannya pada lenganmu, saat mencegah kakimu menjauh.
“Tidak ada yang salah. Jalan
buntulah yang membuatku memutuskan untuk berjalan mundur. Berharap menemukan
arah yang tepat, berharap suatu saat dipertemukan di tempat terbaik. Saat kita
sudah sama-sama dewasa, saat salah satu di antara kita rela mengulurkan tangan,
meski kita sendiri merasa lelah,” untuk terakhir kali, kalimat sepanjang itu
meluncur dari bibirmu.
Cepat kau gelengkan kepala. Tak ada
lagi gumam, tak ada lagi kenangan.
Gulungan ombak pembawa pesan mulai
menjauh. Meninggalkanmu sendirian, dan kamu kesepian.
mudah-mudahan segala semoga Tuhan aamiin-kan ^_^
BalasHapuskunjungi juga lini masa saya, teh: aim-ah.tumblr.com
matur nuwun