Minggu, 22 Desember 2013

FIKSI SAINS : Black Hole










Haii, mahluk bernama manusia! Aku akan menceritakan tentangku,
entah ini akan menjadi cerita yang menakjubkan atau mengerikan,
aku hanya ingin kamu menyadari kekuasaan-Nya.



Kamu tahu tempat yang paling mengerikan di planet bernama bumi? Sebagian besar darimu mungkin akan menjawabnya Segitiga Bermuda. Ya, sebuah perairan yang disebut-sebut sebagai pusat magnet—entah benar atau tidak, karena belum jelas kebenarannya—di permukaan bumi.
Kenapa diperkirakan sebagai pusat magnet, karena ia telah ‘menghilangkan jejak’ kapal-kapal yang melintas padanya.

Aku hanya bisa tersenyum mengetahui kabar itu. Melihat betapa manusia sangat takut pada Segitiga Bermuda yang jelas-jelas bukan tandinganku. Ya, untuk di planet bumi faktanya mungkin seperti itu. Tapi, jika aku bertanya apa yang paling mengerikan di jagat raya? Banyak yang belum kamu tahu, bahkan aku rasa kamu memang layak takut saat mendengar kabar mengerikan bahwa kamu—kita sebagai ciptaan-Nya—mungkin selalu ada dalam satu detik menuju kematian.

Jika segitiga Bermuda hanya telah banyak memakan kapal-kapal, aku memakan semuanya! Ya, SEMUANYA. Semua yang melintas di sekitarku dalam jarak 10 mil. Termasuk cahaya!
Bisa kamu bayangkan?

Pada abad ke 18, sebagian darimu mulai menemukanku. Mereka adalah John Michell dan Pierre-Simon Laplace, kemudian astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild mengembangkannya pada tahun 1916 dengan teori relativitas umumnya manusia pintar dan popular bernama Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Meskipun yang memberi nama untukku adalah fisikawan Amerika bernama John Archibald Wheeler pada 1968.
 
John Michell
Pierre-Simon Laplace


Karl Schwarzschild
Albert Einstein
Stephen William Hawking
John Archibald Wheeler

Sudah bisa ditebak siapa aku? Ya, aku adalah sebuah objek yang kalian sebut BLACK HOLE!
Disebut Black Hole adalah karena kalian menganggapku tidak terlihat, hingga terkesan berwarna hitam. Dan hole adalah karena aku trlihat seperti lubang yang kosong.


 



Kalian tahu, sebelum Wheeler menamaiku, dan ilmuan-ilmuan lainnya menyadari keberadaanku, berita tentangku sudah jauh lebih dulu ada di sekitar kalian, hanya jika kalian menyadarinya. Tentunya bukan di Koran atau televisi, tapi di sebuah benda yang mengabarkan apapun dan tentu jauh lebih berharga dibandingkan keduanya. Ya, tentangku ada dalam Al-Quran. Allah mengabarkanku dalam At-Takwir ayat 15-16.
At-Takwir ayat 15-16

Dibandingkan dengan istilah black hole yang tidak jelas maknanya, aku lebih suka disebut khunnas seperti yang disebutkan dalam al-quran. Karena khunnas berarti sesuatu yang tidak terlihat selama-lamanya. Seperti yang diakui para ilmuan adalah bahwa aku objek yang tak terlihat (kosong). Aku disadari ada karena objek yang aku makan. Khunnas yang diambil dari kata kanasa pun berarti ‘menarik sesuatu yang dekat dan menghimpun kepada dirinya dengan kuat’. Dalam Al-Quran aku pun disebut Al-Jawari yang artinya berjalan atau berlari.

Satu lagi teori yang ditemukan ilmuan membuktikan kebenaran al-quran. Ilmuan mengatakan aku adalah benda yang tak jelas mungkin. Aku adalah mahluk yang berjalan dengan kecepatan mencapai puluhan ribu kilometer per detik, dan aku menarik, menekan, dan membersihkan segala sesuatu yang aku temui dalam perjalananku. Tepat seperti apa yang dijelaskan al-Quran. 
Al-Quran mengungguli Astronom!

Okkeee, setelah kalian tahu aku telah lebih dulu disebutkan dalam al-Quran, sekarang aku akan menceritakan kembali tentang ‘wujudku’.
Aku adalah sebuah objek yang berukuran kecil untuk massa yang sangaaatttt besar, sehingga menimbulkan gaya grafitasi yang sangat besar pula. Itu yang menyebabkan aku bisa menarik semua objek. Ilmuan memperkirakan aku terbentuk ketika bintang raksasa mati dan hancur terserap oleh medan grafitasi yang dibuatnya sendiri. Aku akan semakin kecil, tetapi massaku tetap sangat besar. Untuk pengertian aku berukuran semakin kecil dan padat, mereka menyebutku singularity.  Jika di bumi, bayangkan aku adalah pasir seberat gunung. Aku bermassa 10 kali massa matahari dengan diameter 4,3 kali diameter matahari.


Sekarang, aku akan menceritakan tentangku dari persepsi kalian. Aku sering disebut sebagai lorong waktu. Bagiku ini sangat aneh, karena aku jelas bukan Tuhan yang mengatur waktu. Tapi kalian menyimpulkannya mungkin hanya karena logika berfikir.
Ketika jika sebuah objek ada di sekitarku, maka akan ada perlambatan waktu (untuk waktu di bumi) karena kalian tahu bahwa jika suatu objek yang dekat dengan grafitasi, maka objek tersebut akan berjalan lebih lambat dibandingkan dengan yang jauh dari grafitasi.



Logika yang selanjutnya—anggap saja sudah jelas kebenarannya—adalah ilmuan menyimpulkan bahwa ada dua jenis singularity. Yaitu singularity yang diam dan berputar. Seluruh materi yang masuk kedalamku akan hancur saat mencapai singularity yang diam. Namun pada aku yang singularitynya berputar, akan ada sejenis terowongan yang disebut worm hole. Materi yang berhasil melewati worm hole akan menemukan jalan keluar yang disebut white hole. Sebenarnya, antara aku dan white hole adalah sama saja, nama white hanya untuk membedakan antara jalan masuk dan keluar. 





Ini yang membuat mereka menyimpulkan aku sebagai lorong waktu. Karena adanya Aku (black hole dan white whole) akan memungkinkan kalian berjalan ke masa depan dengan waktu yang singkat, dan kalian pun bisa masuk ke masa lalu.

Maksud bisa berjalan ke masa depan adalah karena saat kalian berada di sekitarku—seperti yang telah aku katakana sebelumnya—akan ada perlambatan waktu tanpa kalian
menyadarinya dan waktu di bumi seakan lebih cepat. Maka saat objek yang ada di sekitarku
kembali ke bumi, keadaan akan berubah seakan objek itu telah melewati banyak dimensi waktu. Ini dipengaruhi juga oleh jarak antara black hole dan white whole yang seakan sangat dekat. Bayangkan saat kalian menulis hiruf A dan B pada sebuah kertas (anggap A dan B adalah tempat), selanjutnya kalian akan membuat jarak antara keduanya. Untuk jarak terdekat tentu kalian akan membuat garis lurus. Itu adalah dimensi waktu dan jarak yang normal. Bayangkan jarak waktu di black hole adalah seperti kalian tidak membuat garis tetapi melipat kertasnya, sehingga A dan B berjarak sangat dekat.





Namun, ya.. sampai saat ini kalian hanya bisa menyatakannya dalam batas teori.
Karena keterbatasan penelitian, seperti halnya objek yang ada di dekatku
akhirnya hilang tak meninggalkan jejak.
Tidak ada yang telah membuktikan kebnaran teori sebagian dari kalian.
Dan hingga saat ini, aku masih menjadi sebatas misteri.









 oleh   : Astri Aitko

@boscha

semoga bermanfaat :)

4 komentar:

  1. Widiiiihhhh kereeen. Mantap.
    Pkonamah kudu jadi editor di buku aa...

    Oh ya...Apaka aku salah satu korban jeratan Khunnas?...
    Jika memang iya, jangan pertemukanlah aku dengan white hole....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha siaaaaaaaaappppp :D


      kenapa? bukankah setiap yang terjerat ingin menemukan jalan keluar?

      Hapus
    2. Hahahahah....Apa yaaaaaa, jadi bingung,

      Misalkan astri terjerat dalam sesuatu yang membuat nyaman, apakah astri akan keluar dari kenyamanan tersebut?....

      dari sini juga astri pasti sudah tau maksud dari jawaban aa

      Hapus
    3. hahaha oh nya ngartos.. brarti tergantung konteks nya
      :p

      Hapus