Selasa, 05 November 2013

INFO SEPUTAR KAMPUS: Ajaib! Nasi Rasa Kacag Ijo Membawa Berkah


Ada yang unik dengan menu sarapan di hari terakhir ospek jurusan Perbandingan Agama 2013 dengan tema “Tetap Ilmiah dalam Keintelektualitasan, Bersatu dalam Perbedaan dan Indah dalam Kemajemukan” yang diadakan di Arjasari, Banjaran pada tanggal 25-27 oktober 2013.
Siapa sangka ketegangan ospek yang dua hari sebelumnya dirasakan, seakan terlupakan karena menu sarapan di hari terakhir adalah nasi dengan campuran bubur kacang ijo. Uniknya, menu ini bukanlah menu yang sengaja disiapkan panitia sebagai tradisi ospek yang biasanya terkesan menyeramkan dan penuh dengan kejahilan. Karena ternyata, menu sarapan pagi itu adalah buah dari kecelakaan yang justru ditimbulkan akibat rencana kejahilan peserta.
Bermula setelah kegiatan malam hampir selesai dan menuju waktu istirahat, salah seorang peserta merencanakan kejahilan untuk mengejutkan panitia. Setelah disepakati, rencana itu pun menyebar ke telinga peserta putra dan putri.
Keesokan harinya, setelah seluruh peserta berolah raga, seperti biasa panitia menyiapkan sarapan untuk para peserta. Berbeda dengan hari sebelumnya, pagi itu peserta menolak untuk sarapan—seperti yang telah direncanakan—dengan berbagai alasan, mulai dari tidak layaknya tempat makan dan alasan-alasan lainnya. Ketegangan pun tidak bisa terhindarkan  karena panitia merasa tidak dihargai oleh sikap peserta. Setelah ketegangan mulai memuncak, peserta pun bersorak sebagai tanda ketidakseriusan sikap mereka dan karena telah berhasil memancing amarah panitia.
Salah satu alumni yang terkejut karena ketegangan itu refleks menyemburkan bubur kacang ijo yang telah disiapkan panitia untuk pembuka sarapan. Bubur kacang ijo itu pun menghujani sebagian peserta dan tumpah di menu sarapan mereka. Akibatnya, panitia pun meminta peserta menghabiskan makanan yang telah tercampur kacang ijo tersebut sebagai imbalan atas kejahilan mereka.
Karena tanggung jawabnya, peserta pun saling membantu menghabiskan makanan tersebut. Tidak hanya saat makan, rasa solidaritas mereka pun terlihat ketika membersihkan tempat makan yang dipenuhi dengan bubur kacang ijo. Setelah kejadian tersebut, tidak terlihat lagi ketegangan antara peserta dan panitia, karena justru sikap kekeluargaanlah yang semakin tampak diantara mereka.

tegang 



penutupan 

1 komentar: